Thursday, 28 February 2013

Orgasme Sajak XXI


PERPISAHAN
(Ferdian Tria Y)

Kelam benci dihantui oleh dustamu
Air mengalir member arti
Menghirup rindumu sesakkan dada
San cahaya juga enggan untuk muncul
Mata terpejam dan hati mulaimenggumam
Kini matahari juga tidak tersenyum
            Secercah hiasan terbang mengepakkan sayapnya
            Hanya terdengar ocehan burung dan hembusan angin
            Mahkota yang ada di hatiku, akan hilang
            Kini harapan serta impian
            Akan terbuang di tebing yan curam
            Inikahh yang dinamakan perpisahan
            Perpisahan yang ku tak tahu, kapan datangnya



HARAPAN DI HATIKU
(Ferdian Tria Y)

Lentera hidup terus berputar
Bagai roda yang terus melaju kencang
Berawal dari using oleh dedebuan
Dan kotor oleh sampah yang bertaburan
Kini berubah menjadi bersih nan indah
Langkah kakiku selurus ima dalam hatimu
Langkahku ini merapuh tanpa dirimu
            Dipangkuanmu ku bisa tertawa bahagia
            Seperti ikan-ikan kecil yang berlari lepas
Secuil harapan telah ku tancapkan di hatimu
            Mengecam rasa sayang untuk hati yang pilu
            Kelak ku menjadi satu dari hatiku yang tersisa
            Akan ku bingkai engkau di hatiku
            Karena getaran kasih sayangmu
            Yang tidak akan musnah oleh waktu


PANORAMA PANTAI
(Ferdian Tria Y)
Kilaunya yang bening, mampu menerangi hidupku
Deruhnya ombak, seolah-olah memanggilku untuk bermain dengannya
Butiran lembut pasir, mengingatkanku pada masa itu
Kicauan burung, mampu mengusir kegalauanku
Hamparan luas biru, tak terhapus oleh yang lain
            Sang senja mulai tampak
            Langit pun berubah menjadi tek terlihat
            Burung-burung sembunyi di balik peraduan
            Namun kini ku akan meninggalkanmu
            Entah apa yang ada dihatiku, hanya resah dan gundah
JEPITAN HITAM
(Neni Mei S)

Gelap liku menerjal
Terapit pada singgah kehidupan
Luang lungsur lenyap dalam peradaban
Gelap liku menerjal
Terjepit pada kesulitan
Membaur hitam dalam kesucian
Gelap liku menerjal
Terhimpit tembok putih dalam kegelapan
Menghitam dalam jepitan hitam kehidupan


SET-AN
(Neni Mei S)
Putih keruh tergeliat dalam rajutan putih
Rajutan busa semerbak wangi
Terselip set-an mengguyur tubuh
Menari sendu bunga perawan
            Jeritan nadi menguyak rasa
            Bak Molotov menghujam hati
            Pada saya phati bunga perawan
            Terlena di bukit mati


JALAN-MU
(Neni Mei S)
Tuhan,
Beri jawaban pada sang bulan
Hati terselimuti kebelengguan
Jejak kata telah hilang oleh kenangan
Mengais dalam riuh kenestapaan
Hingga tumpah segenap cinta yang dipunya

Tuhan,
Beri jawaban pada sang matahari
Belenggu menyelimuti hati
Cinta terajut dalam kelam
Terusik sinar sang bulan
Berpayung kedamaian

Tuhan,
Beri jalan pada sang jawaban
Telusuri kefanaan
Tiada satu kebersamaan
Terpisahkan keyakinan

No comments:

Post a Comment