Saturday, 23 February 2013

Orgasme Sajak XV


ARTI HIDUP
(Anggun Febrinda)

Suara gemericik air
Menerjang kesunyian
Meraba-raba kehidupan dunia
Seakan tak tau arti hidup

Lumpuhkan kaki di atas angan-angan
Terperosok jiwa dunia yang suraam
Sukar menepak telapak di penghijauan rumput
Tak daapat berdiri tegap taanpa sanggahan

Gerimispu ikut mempercepat tangisannya
Seakan ikut merasakan apa yang dirasa



PERTEMUAN TAK TERDUGA
(Anggun Febrinda)

Aku adalah tarikan nafas lautan
Dan tetesan air mata langit
Aku adalah bu,I yang tersenyum
Dan cinta nafas dari samudera perasaan

Pertemuan tak terduga
Menggebuh alunan hati
Ingin terlepas ikatan masa depan

Suara meraung-raung
Di tengah meriah gelak tawa
Menerjang
Menerobos
Benteng tembok putih

Pertemuan itu
Menjadi bermakna
Karena aku ada
Kaupun ada

HARAPAN
(Anggun Febrinda)

Ketika aku mencintaimu
Sebait rayuan aku desirkan
Menjadi buku tersimpan
Dikala sentuhan tak butuh kata

Ketika aku mencintaimu
Setitik asa yang kutimang
Menjadi dedaunan
Gugur sudah adanya

Kini yang ada Cuma harapan
Harapan yang menjadi kebahagiaan
BERSAMA KASIH
(Diana Santoso)

Kasih!!
Marilah kita lenggangkan tarian kebahagiaan
Di tengah panasnya dunia nan gersang
Tuk membuat para insan menyunggingkan senyumnya
            Supaya tak cemberut
            Dikala hati semrawut
            Di tengah dunia
            Yang makin carut-marut
Kasih!!
Mari kita menjelma sebagai kunang-kunang
Yang bersinar di tengah kegelapan
Tuk membawa mereka ke jalan penuh cahaya
Menuju datangnya mentari yang oenuh kehangatan
            Kasih!!
            Mari kita angkat singgaahsana yang mulai bobrok ini
            Di atas pundak kita…
            Bersamaa-sama…
            Di tengah ketimpangan
            Yang tak berkawan
Menuju alam bahagia
Yang tiada batasnya


WAJAH SAYUP
(Diana Santoso)

Ketika sang rembulan
Menggantungkan dirinya di pucuk dahan
Kulihat wajahmu nan sayup tersenyum kecut padaku
            Wajahmu terpahat dalam kehampaan
            Sepintas terkena gesekan cahaya rembulan
            Menambah pucat bayangmu
            Serta kegagahanmu
Dibuatnya kamu lumpuh!
Kaku!
Kecewa!
Merana!
            Hingga secercap harapan itu datang
            Secerca harapan yang membangunkanmu
            Dari mati surimu
            Tuk menempuh jalan yang penuh liku-liku!
            Yang menuntutmu tuk berseru
            Menaklukkan duniamu


KEGIGIHAN
(Diana Santoso)

Bukit tinggi
Bukit terjal
Kudaki
Dengan tapak kaki
            Yang penuh arti
            Tuk meraih mimpi
            Yang penuh misteri

No comments:

Post a Comment