Wednesday, 20 February 2013

Orgasme Sajak XIV


KEKHILAFAN
( Muhammad Syahrun Hanafi )

Kisah ayam berperasaan
Setelah melepas dahaga
Sembari memandang insane
Yang tak punya keyakinan

Papan dan alas tertawa
Ketika bertanya agamanya
Meraka asyik bergelut nista
Dasar manusia tak bermoral



KRONIS
( Muhammad Syahrun Hanafi )
Bersetubuh enam tahun
Sandang papan terbawa parasit
Statis
Era reformasi jadikan monster

Semoga ada mukjizat
Mimpi yang tertunda di ranah seberang
Aku rindu masa kecilku
Yang tak bisa kuputar ulang

Mungkinkah ini sanksi?
Ataukah teroris yang sedang tersesat
Benteng ini sudah kehabisan prajurit
Aku iri Tuhan
Pada semut-semut yang berdansa
Sambil meneguk minuman keras
Aku siap menunggu vonismu


HEMBUSAN HASRAT
( Muhammad Syahrun Hanafi )

Dinginnya mala mini
Larutkan segala suasana
Dalam pekat ini
Ingin kukabarkan hasratku

Kepada bintang, kegelapan, kesunyian
Kepada sang rembulan
Semuanya acuh
Semuanya asyik bermain sendiri

Apa tujuan hidup ini?
Jika kebahagiaan tak kunjung singgah
Semoga Tuhan mendengar curahan ini
Dan sampaikan padanya
Amin…


AKU DAN KEHIDUPAN
(Hemmy Qurrotun A)

Jika aku tak mampu mengerti
Tentang apa dan siapa aku ini
Mungkin aku orang yang bodoh
Karena tak pernah maampu memahami
Bagaimana kehidupan yang ada
Mencari dan terus menelusuri
Perjalanan yang panjang
Dan cukup melelahkan diri . . . . .
Mungkin suatu saat nanti aku mengerti
Betapa sulit dan berlikunya kehidupan
Yang tak kan pernah habis untuk diuraikan
Dirangkai makna dan artinya


TUHAN
(Hemmy Qurrotun A)

Tuhan …….
Aku mencarimu dalam kegelapan
Berharap Ridhomu dalam setiap amal kebaikan
Meski mata ini tidur dan terpejam
Jiwa raga kan tetap bersemayam
Mencari keberadaanmu di dalam hati
Berharap semua kan berakhir nanti
Penuh dengan ikhlas kan keridhoan diri
Di depanMU aku menangis
Memohon ampun atas semua kesalahan
Hanya kepadaMu Tuhanku
Begitu besar rasa cinta dan sayangmu
Untukku dan semua umatMu
Hingga ku tak pernah mampu
Tuk berpaling menjauh dariMu


AKU
(Hemmy Qurrotun A)

Malam ………….
Hiasi indahnya sinar sang rembulan
Meski dingin terasa menusuk di hati
Bagaikan goresan luka yang menyayat
Di relung sanubari
Hilang sudah indahnya kini
Terhalang oleh awan-awan yang kelam
Hitam bagaikan asap-asap yang kotor
Mencekam penuh kebimbangan
Di sini aku berdiri dalam persimpangan
Mencoba mencari jati diri
Tentang apa dan bagaimana hidup ini
Menelusuri setiap sudut jalan yang ada
Penuh liku, terjal dan curam
Bahkan kadang duri menusuk di hati
Inilah aku dalam kenyataan hidup
Yang telah ada dan harus ku jalani
Seperti apa yang telah ditakdirkan untukku
Kini, lusa dan tak kan berakhir nanti

No comments:

Post a Comment