Tuesday, 19 February 2013

Orgasme Sajak XIII


HANYA 5 MENIT
(Ayu Tri W)

Kotak ajaib berbicara
Hidup ini kadang duka kadang suka
Layaknya tembok ku lukis

Pelangi itu bersinar di atas kanvas
Suara-suara meraung mulai terdengar
Apakah hanya sebatas mimpi
Akupun mulai mengingat

Aku tinggal pergi
Berlari menyelusup embun pagi
Lagi-lagi akupun menjadi bising

Aku minta maaf
Untuk tidakkembali
Kembaalikanlah aku pada kanvas putih
Kanvas putih yang bertorehkan pelangi
Hanya 5 menit aku bias melayang

Tapi sungguh aku terlanjur tahu
Tapi sudahlah, hanya 5 menit saja




HARAPAN TANPA DURI IKAN
(Ayu Tri W)

Sore itu bagiku
Terbenamnya matahri di lautan
Ombak-ombak laut melayang
Memanjang mengikuti langkahnya
Keras  dan menatap batu, sekeras mungkin

            Ketika engkau berniat besar
            Bersih keras memanggilku
            Aku akan membiarkanmu masuk
            Masuk dalam ruang rindu
            Rindu yang pertama

Terbentangnya tikar biru di lantai
Kacau balau bercakap-cakap
Jari-jari ini bergoyang cepat
Bergoyang layaknya ayunan
Sore itu bagiku
Citaku tercapai
Akan kupetik segenggaman senyummu
Menghiasi muka lesu tanpa air bersih
Perlahan dab tanpa engkau tahu
Tak kan pernah tahu tentangku

            Aku mau
            Aku mau
            Mengail harapan
            Ketika senyuman itu pergi
            Aku seorang gadis
            Yang berada di tikar biru itu
            Kembali mengail harapan
            Beribu angan-angan sayap

Hari ini atau esok pagi
Izinkan aku melayang layaknya burung
Melayang tinggi menyusuri kata dalam
Sedalam apakah itu
Diriku bertanya, apa kau ragu
Kubiarkan waktu mengatupnya kembali

            Pesan kuterima, tapi aku ragu
            Gemetar perasaan sedikit takut berkhotbah
            Kumasukan sedikit makna
            Yang menyebar ke muka tubuh ini

Sore itu bagiku
Ujungnya cahaya bersinar
Beribu angan-angan bersayap
Perasaan itu semakin berkhotbah
Ketika harapanku berbunga

            Berbunga tanpa duri ikan
Aku kan semakin melayang
            Membiarkan sayap-sayap bertepuk
            Dalam lingkaran ruang rindu
            Bebas dari keraguan


TEMBOK RUMAHKU
(Ayu Tri W)

Tembok rumahku adalah putih
Datanglah seorang yang kukira kenal
Bayangan wajahnya masih kuingat
Terlakun sekejap
Melawan haluan

Tembok rumahku adalah pagar
Tolong jangan kau bongkar
Tolong jangan kau kotori
Aku akan melukis, hingga kau lelah
Dibenak pikiranku
Berkelipatan oleh cahaya wajahmu

Tembok rumahku adalah lubuk
Cobalah kau datangi
Menghisap disela-sela hela nafasmu
Aku akan bunga
Hingga sepanjang bunga mulai layu
Tembok rumahku adalah teman
Jangan kau bawa duri mawar merah
Aku akan redup, layu dan tak bunga lagi
Tamanku yang hijau
Kubiarkan sejenak kau berkunjung

Tembok rumahku adalah taman
Aku akan menjagamu, sebagai keindahan
Keindahan sepanjang lamunku hilang
Hilang karena sebab

Tembok rumahku adalah penutup
Sebab demi sebab mencarri ujun kisah
Menantang malam gelap wajah kita
Hingga kutertidur nyenyak
Dalam pelukan kkisahnya

Akhirnya waktunya, katamu
Butir-butir air becahaya
Mulai kau sesalkan
Sesalkan segala apa yang silam

Tembok rumahku adalah penutup
Mulai hilang bunga itu
Keredupan cahaya lalu
Kau mulai mati
Mati dalam kesendirian


Tembok rumahku yang putih
Tak ada lagi yang menemani
Bunga-bunga ditanam hijau
Hancurlah sudah



BAYANGAN
( Devi Kusuma J )

Akankah kegagalan dianggap kebodohan
Apakah kecurangan menjadi raja yang adil
Cinta dan dilema penuh buta aksara dan laksana
Hanya nafsu menjadi hilir bahagia
            Bagai tikus kehilangan tonggak tuk berjalan
            Keadilan menjadi rahasia tersembunyi
            Terdiam, bisu . . .
            Menatap cacatnya moral yang fana


DALIL KOSONG
( Devi Kusuma J )

Ah…… mulut anjing mulai bernyanyi
Dengan seruan omong kosong belaka
Situasi sibuk berfikir
Berfikir keadilan
            Anjing bercelotej kesana kemari
            Melambungkan pelana
            Mengalihkan seruannya kearah modern
Si tuli tak tahu benak sang anjing
Benak si tuli berceloteh
Mungkin anjing besok
Tetap dengan dalil-dalil kosongnya

SOSOK
( Devi Kusuma J )

Terbesit dalam khayalan
Bayangan …..
Bertatap cermin tiada berdaya
Kegagahan, kepemimpinanmu
Membawaku dalam surga dunia
Neraka dan celaka kau jadikan lambar
Hambar bagai debu
Hambar bagaiangin
Melayang ……

No comments:

Post a Comment