Tuesday, 19 February 2013

Orgasme Sajak XII


PENEGASAN
(Roziq Fathul Husain)

Satu malam, satu pesan, dan satu kepastian
Semerbak mawar tak lagi mekar dan tak lagi menjadi pertanyaan
Nada berirama makin mengkuhkan pemikiran
Dan mungkin akan menjadi sebuah akhir

Saat kegelapan tak menjdi hambatan
Hanya lampu kota yang menghiasi tepian
Akupun tak lagi hilang dalam penasaran
Semua telah berakhir
Lepaskan diriku

Angin,hujan, badai
Hempaskan kepenatan dengan sayap-sayap kertas
Basahi kegundahan dengan air kehidupan
Dan hanya lekuk hijau yang membawa kedamaian



BIMBANG
(Roziq Fathul Husain)

Saat mentari masih terus menyinari
Raga kelam menembus baying
Pikiran pun bercabang dan tidak bisa disatukan

Aku terperangah
Saat gunda mengitari kepala
Menghitung dengan segala kemungkinan
Tapi waja tak bisa berpaling
Dan tangan belum sempat menggenggam

Ingin aku pergi
Ingin aku berlari
Meratapi semua mimpi
Menerbangkan semua harapan


DERAI KEHIDUPAN
(Roziq Fathul Husain)

Gerbong berkarat melaju
Mengantarkan sejuta harap dan keyakinan
Meninggalkan segala ragu
Menepiskan semua pilu

Sepoi angin membisikkan nyanyian
Menghias sebuah perasaan
Dan membawa berita pengganti lamunan
Melihat segala  penderitaan
Semua  mata merah
Semua mata tak mampu melihat cahaya

Jam masih terus berjalan mencari fakta
Menghilang rasa derita
Seolah ingin merubah semua kepala
Seolah ingin menegakkan raga tanpa daya
Semua makin jelas
Saat semua jawaban masih menjadi misteri

Tak ingin ini bertahan
Tak mungkin ini dibiarkan
Bergerak dan lawan sang waktu
Agar dapat siraman baru


LUBANG DOSA
(Siti Muayatin)

Salah kah aku atas dosa ini
Yang tak pernah ku inginkan
Ku terjebak pada sebuah lubang
Lubang yang telah menipuku

            Tuhan……
            Sebenarnya ku tak inginkan ini
            Bahagia di atas dosamu
            Namun kenapa kau beri aku
            Kebahagian yang membuat luka

Ingin ku tolak semua ini
Tapi tak bisa
Terlalu manis semua ini
Hingga aku terpaku di sini

            Beri aku petunjukmu Tuhan
            Agar ku bisa keluar dari belenggu
            Yang akan menyiksaku
            Seumur hidupku
            Kalau tidak aku akan musnah
            Dihantui rasa bersalah ini

BINGUNG
(Siti Muayatin)

Kadang kau hadirkan luka
Amat perih
Seperti kulit yang diiris
Gaman di atas meja

            Kini bahagi telah datang
            Membangunkanku dari mimpi buruk
Merasakan indahnya kecupan manis
Dunia nyata?

Hemm…. Apa ini dunia?
Sungguh ku tak mengerti
Sebentar sedih
Sebentar gembira
Yang ku tahu hatiku lagi menangis
Merasakan semua yang terjadi


ASA
(Siti Muayatin)

Kini ku terbangkan asa
Setinggi sayap yang terbang
Setara kapal udara
Melayang di atas awan
Hingga semua kelopak mata datang kepadaku
Tersenyum kepadaku
Bahagia melihatku
Semuanya harus berubah
Seperti melati telah mekar
Kubulatkan tekadku
Tuk masa depan yang indah

No comments:

Post a Comment