Thursday, 24 January 2013

Orgasme Sajak XI


JALANKU
(Sri Aseh)

Dikertas putih terjejal kaki
Panjatan tulang tangga menguatkan tubuhku
Kini aku sndiri terjatuh dalam tipuan dunia
Terjatuh aku abngkit, membungkuk merangkak hingga ku
Kuatkan pegang genggam tanganku

Aku wanita tanpa ikatan
Aku wanita tanpa asuhan
Hidupku adalah genggaman anak tangga yang menjulang
Bertenden keabadian
Atas kekuatan Tuhan

Tarian ruas-ruas rumput tersentuh hawa
Yang lentur menghadap adapnya kehidupan
Aku dan rumput
Aku dan hawa
Aku dan kehidupan menjadi satu kasatuan
Aku seorang hamba yang kuat
Kuat rekat melebur membaur terkubur dalam ketaksaan dunia

Aku berdiri di ujung Monas
Menunjukan lurus jari tertuju pada Sang Tuhan
Lototan bola mata, menendang-nendang menggiring hingga masuk pada tujuan
Atas senyumMU, atas anggukanMU
Namun diri ini tersadar dalam mimpi
Melihat kayu yang rapuk karena terjangan butir kristalan air
Besi yang aus terkorosi oleh sentuhan
Air member kekuatan, air menentukan segala apa yang tidak mampu ditentukan
Namun…
Betapapun air, ia tetaplah air, tetap miliki Sang pembuat air

Kini tulangku keriput oleh air
Pipiku lesung terserap oleh air
Hingga tulang ini busuk terserap oleh air
Air untuk kehidupan
Namun air tetaplah air yang bukan penyebab dari segalanya


 PASRAH
(Sri Aseh)

Kau atur aku dalam sistemmu
Aku terkungkung dalam cangkangmu

Meski gelas menggelembung tanpa daya
Tapi kau tetaplah kau yang menjadi adidaya
Dari hidup manusia angsa


PRINSIP
(Sri Aseh)

Juba tersarang di tubuhmu
Rapatnya juba yang merangkup tubuhmu, serapat ideologi
Pribadimu
Membaur pada kekafiran dunia

Pergilah kau dewiku
Pergilah kau antek-antek dunia
Pergi ke Arab tempat tujuanmu

Kami atas nama rakyat
Kami  atas nama Yahudi, Moeslim, Protestan,dan seluruh keyakinan
Bersatu hidup bersayu, bak sapu lidi yang erat pada gengaman
Untuk hidup bersenyawa sorgawi


SOSOK
(Crysse Efta)

Keindahanmu terpancar cerah
Keelokanmu menari-nari dalam anganku
Tergurai segala angan tentaang dirimu
Garis wajahmu telah membingkai mataku, t’lah mengukir kalbuku

HIDUP
(Crysse Efta)
Terhempas lepas ku tertimbun
Hidup sebuah misteri
Bulan menangis dalam lelap tidurnya

 
SEPI
(Crysse Efta)
Kesunyian, kehampaan kini menjelma
Melebur memenuhi ruang hati
Hanya dapat memberi cinta’
Hanya dapat melukiskan kisah indah untukmu

No comments:

Post a Comment