Friday, 23 November 2012

Orgasme Sajak VI


SAAT BERPISAH
(Dwi setyaning)

Pada album di kamar
Kurenungi segala kisah yang terhampar
Tiga tahun yang lalu
Tuk mengenang kalian semua

Saat indah di sekolah
Akan kutepis elok di hati
Mungkinkah kisah sampai disini
Di gerbang sekolah

Bagaimanakah kalian kini
Adakah kalian sedang rindu untukku
Ku tau dalam hati kalian
Bahwa tak ingin berpisah seperti ini

Tapi mungkin takdir akan berbicara
Saat semua kan jadi bisu
Sebisu hatiku disaat
Kita saling berpisah

Selamat tinggal sahabat-sahabatku semua
Aku rindukan kisah sayang kalian
Dan hari ini akan ku bingkai
Kenangan indah kita pada kota mustika
Yang kuhias dengan air



CINTA SEJATI
(Dwi setyaning)

Terkadang walau dirinya selalu mengerti aku
Nemun diriku tak mengerti perasaannya
Apakah cinta itu slalu didasari cinta sejati
Dan apakah cinta itu harus memahami
Namun diriku menyia-nyiakan cinta sejati
Tapi dengan apa aku harus memohon kepadanya
Sirinya selalu memperhatikanku
Namun aku hanya bisa
Menganggap dirinya sebagi teman
Yang terdekat diihatiku
Aku tak mencintainya
Aku hanya mencintai satu orang
Yang bisa mengerti keadaanku ini


CINTA QUE
(Dwi setyaning)

Disini di pohon ini
Kau tulis nama kita berdua
Senyum tangis kita rasakan berdua
Meski tanpa restu orang tua
Namun kita tetap bersama

Tak terasa waktu terus berjalan
Bertahun-bertahun tlah kita rasakan
Suka duka bersama
Tapi mengapa aakhirnya kita berpisah
MENGAPA????

Begitu banyak pengorbananku untukmu
Begitu pula pengorbananmu untukku
Tanpalelah kita terus berjuang
Untuk kesatuan cinta kita

Aku adalah seorang gadis
Yang menjadi korban siti nurbaya
Di zaman millennium

Aku salut kepadamu
Sangat kuat dan tangguh
Kau perjuangkan aku
Kau rebut aku dari orang tuaku

Tapi mengapa kita tak bisa bersama???
Apakah aku lelah?
Ataukah kau sakit hati?
Hingga kau tega meninggalkanku
Dan hidup dengannya?



LUKA HATI
(Ida Norma Setya)

Aku tak peduli cinta
Aku tak peduli rasa
Cinta hanya berpijak untuk sementara
Lalu menghempas jiwa ke peraduan nestapa
Ia tak menginginkan nafas
Kasihku berhembus di sela-sela angin
Ia tak peduli air mataku bercampur dengan debu
Ia hanya akan abadi dalam angan
Memeluk luka dan suka dalam satu tangan



DIAM
(Ida Norma Setya)

Masih terdengar samar-samar kehampaan
Melekat erat pada tulang yang kian rapuh
Menutupi aura kelembutan yang bersemayam dalam jiwa
Kelemahan indah terus memaki
Berusaha menutupi baying hitam kesepian yang semakin tajam menusuk jiwa
Saat galau bergeming
Hendak bertanya pada siapa hati ini
Berucap saja dia tak bisa
Lidah hanya dapat merengkuh tawa dalam mimpi
Dia hanya mampu mendendam pada tangis



SIMFONI
(Ida Norma Setya)

Alunan merdu dawai gitar
Menggugah raga melantunkan syair
Cintamu adalah simfoni
Mengatur bait-bait kehidupan
Tanpa batas

No comments:

Post a Comment