Monday, 19 November 2012

Orgasme Sajak III


INGIN KOE
(Eri Indria N)

Kecewa menembus sebukit tmpukan perih
Kenangan hitam pekat melintas sepenggal kenangan
Nyala merekah membumbung nan jauh di lubuk hati
Hilang ……. berantakan

Aku bahagia dengan sejuta kata bahagia
Mabuk sekali lagi di puncak dewata
Rasa getaran segala getaran cakrawala cinta
Baik sang serangga merayap nan bergerak menuju dasar samudra

Bibirku yang tlah lena
Tak sanggup berucap sepatah kata
Kau taruh bara baja merah menyala
Bagai kabut mengambang dalam cahaya

Kutemukan sejungkal titik temu
Dihadap balik badan membisu
Terpatah-patah gerak isyaratkan suatu
Kian jatuh nan semakin jauh dari ingin koe…………..



PAEN-JIE
(Eri Indria N)

Semua mati di sini
Hentikan tuan dialog drama ini
Kau senyum tiada peduli
Terlalu banyaj tangisan paagi

Lihatlah perut ini
Hampa inginkan roti
Karena minyak kering lagi……….

Ocehan orang miskin membasi
Nyanyian sedih tiada arti
Sekali sajalah tersakiti nurani
Erangan smakin menjadi
Ego makhluk tak waras diri
Luka lama yang kembali……….

 MEMORY 061009
(Eri Indria N)

            Seperti puisi yang kau tuliskan
Melukai urat-urat kemanusiaan
Seperti nyanyian yang kau lantunkan
Menuju lorong kegelapan

Kau temukan kudalam keadaan terhina
Buta tak mampu melihat apa-apa
Hingga senyum yang kau sungsingkan merona
Kaulah saat ku buka kedua bola mata

Janjiku di atas sumpah
Meski nadi ku terpenggal
Langkah tingkal sejengkal
Nafas tersengal



KETIDAKREAAN
(Miftah Curinay)

Berjalan dalam titian rida putar
Hujaamkan paku pada tembok hati
Kuris-kursi goyang menari taka rah
Mata tertutup berair
Memanggil… mencari

Tubuh itu lunglai
Derai air asin layak lautan
Tak rela tak mengijinkan
Seorang yang berharga
Untuk hidupku

Tertidur seperti tak bertulang
Jangan pergi jangan berpulang lebih awal lihat kesuksesanku!
Lihat wujud sayang dan juangmu!
Lelaki tuaku sayang
Mas Kholil Idris


PERUBAHAN, SALAHKAH???
(Miftah Curinay)

Gong bertato terlihat asing
Lengkingan biola tak beraroma
Berkoar-koar makhluk bertanya
Terasa janggal tertangkap indera

            Semua seakan berbalik
Tak adakah dalam benak memori
Gong bertati, biola tak beraroma
Diri terperanjat
Seakan aneh pada perubahan

Jangkar kapal menari kaku
Dasar lau menyembur menyebar
Ikuti irama arus
Apa salah perubahan
Bukankah mereka yang mau???
Munafi!!! Kenapa bertanya…


KEKOSONGAN
(Miftah Curinay)

Alunan orchestra sawah
Dug, dig, dag, dug . . .
Segerombol angin datang
Menyibak rambut
Dalam karamaian semu itu
Kenapa terasa kosong?

Kuda bercula menapakkan bekas kaki pada pasir
Aroma malam jatuhkan hasrat
Alunan orchestra sawah masih terdengat
Henya terasa mengerontang
Berpijak pada satu ranting kering
Bergelantung
            Meminta pengharapan

No comments:

Post a Comment