Sunday, 11 November 2012

Orgasme Sajak I


DIRIKU
(Siti Laili Fitria)

Aku tak tahu apa-apa
           Di sini aku mulai dari nol
           Bahkan aku merasa bodoh sendiri
           Sehingga akusempat berpikir ingin berhenti

Namun semuaitu terlewati sudah
Banyak yang memotivasiku
Hingga aku sadar
Untuk mencapai semua itu butuh proses

Aku telah berpiki sempit saat itu
Bahwa hidup merupakan teka-teki yang sangat sulit
Hingga kutakut untuk menjalaninya
Padahal masa depan pasti kan datang
                                                            (Surabaya, 29 Oktober 2009)


/ : )
(Siti Laili Fitria)

           Bukan angka bukan abjad
Bukan juga sesuatu yang bercangkang
Sebuah simbol kebahagiaan
Yang kupersembahkan untukmu kawan
(Surabaya, 30 Oktober 2009)


PENYESALAN

           Suaramu bagai suling mendayu,
Ingin rasanya kumiliki
Tapi jarak antara kita terlalu jauh
Hingga waktukan tiba

Lamunanku tiada akhir
Betapa malangnya nasibku
Memikirkan semua itu
Tiada arti apa-apa

           Fatamorgana sebagai penghalang
           Ingin ku teriak
           Menyesali semua itu
           Yangmembuat diriku rugi sendiri
                                                            (Surabaya, 30 Oktober 2009)

CINTA SEJATI
(Dian Karina)

Jernih hati tlah ternoda
Oleh cinta yang tak selayaknya
Hari-hari terisi bayangnya
Arang tlah membekas dalam seputih kalbu
Nila terajut semakin indah

Dinding hati yang hampa kian penuh
Indah terasa olehnya
Akankahlenyap?
Ntahlah

Jenuh ku memendamnya
Seluruh Organ terdiam
Hanya meraih angin
Hembusan Angin yang terus kukejar
Ntah betapa bodohnya diri ini

Dikala dia memutuskan
Apa yang tlah tertulis
Nuranimenggumam
Inilah kehidupan yang terbatas

Tak layak kumenduakan-Mu
Raih inta sejati
Uluran cinta-Mu tak terbalas
Esakan ketulusan hati-Mu

Lembut belaian kasih-Mu
Oleh kesucian cinta-Mu
Visik membutakan Hatiku
Ego telah merajai diriku


TANGIS BUMI
(Dian Karina)
Awan hitam memanah memerah
Awan hitam menangis berjelaga
Awan hitam ingin bersolek ria
Awan hitam berubah arang

            Lempengan bulat menari-nari
Bersama deru tangis bayi
Lempengan bulat berlari-lari
Bersama isak resah insani

Semesta meraba kehampaan
Semesta rindu akan kedamaian
Semesta mencari keabadian
Semesta menagih seluruh haknya

Mungkinkah lonceng waktu kan binasa
Rotasi yang terdiam
Revolusi yang enggan lagiberkuda

Akankah daratan bersamudra
Akankah bumi hanya fatamorgana
Akankah alam membalikan semua

Deru tasbih kan berulang
Bila manusia bangun dari tidurnya
Hanya sang raja yang berkuasa
Atas segala guratan pena di sana


DILEMA
(Dian Karina)
Saat bunga menawarkan indahnya
Saat bintang mengerlingkan cahaya
Saat burung mengepakkan sayapnya
Saat pipi merona merah

Kumbang pun terbang menari
Kumbang pun bernyanyi riang
Kumbang pun mencium wangi bunga

Lembaran bunga pun patah
Lembaran bunga pun rapuh
Lembaran bunga pun tak ingin gugur

Kuncup mekar bunga bergulir
Berhias indah kan terukir
Menari bersama gemercik air
Menahan haawa yang tak pasti

Berat kasih terus merayu
Jerit hati terus meragu
Bak rembulan di siang hari
Bersemayam di balik awan

Musim tlah mengubah waktu
Kumbang dan bunga takmampu menyatu
Dongeng sejati kan terus menderu
            Pena kan tertulis mengejar waktu

No comments:

Post a Comment