Rabu, 26 September 2012

MEMAHAMI CERPEN MELALUI TEKNIK MEMBACA PQRST PADA SISWA SMP KELAS VII

Oleh Abdul Kholiq

A.  Pendahuluan
 Pembelajaran bahasa Indonesia sangat penting sekali bagi siswa dan mahasiswa, karena dalam pendidikan bahasa Indonesia diajarkan beberapa keterampilan dalam berbahasa. keterampilan berbahasa tersebut adalah keterampilan menyimak, keterampilan membaca, keterampilan berbicara dan keterampilan menulis. Fungsi dan tujuan dari pembelajaran bahasa indoesia salah satunya adalah meningkatkan keterampilan berbahasa.
Keempat keterampilan berbahasa tersebut sangatlah penting bagi siswa karena tanpa keempat keterampilan tersebut siswa tidak akan mampu menangkap pelajaran yang disampaikan oleh guru. Misalnya, apabila siswa tidak mampu menguasai keterampilan membaca maka dapat kita bayangkan siswa tersebut akan mengalami kesulian dalam menerima pelajaran dari guru dan tidak akan mampu memahami sebuah bacaan dengan baik.
Bacaan yang mudah atau sulit dipahami oleh siswa juga bermacam – macam, diantaranya bahan bacaan berita, karya sastra dan lain sebagainya. Karya sastra juga bermacam – macam ada karya sastra puisi, cerpen novel atau novel. Semua bahan bacaan tersebut ada yang dapat dengan mudah dipahami oleh siswa dan ada juga yang sulit dipahami oleh siswa. Bergantung pada tingkat pemahaman dari seorang siswa.
Dalam pembelajaran keterampilan berbahasa membaca tidak selalu berjalan dengan lancar atau akan menemui beberapa kendala dalam pembelajaran keterampilan berbahasa. Salah satu masalah dalam pembelajaran keterampilan berbahasa dapat kita temui pada siswa SMP kelas VII dalam memahami sebuah karya sastra cerpen.
Siswa SMP kelas VII sangat kesulitan dalam memahami sebuah karya yang memiliki makna dibalik bacaan tersebut karena ditinjau dari segi psikologis siswa, mereka lebih faham dengan bacaan yang tidak membutuhkan banyak makna atau sebuah amanat yang terkandung dalam sebuah bacaan tersebut.

         Dalam buku keterampilan membaca karya Drs. Kamidjan, M. Hum. dijelaskan bahwa dalam memahami sebuah bahan bacaan diperlukan kemampuan membaca pemahaman. Jenis membaca pemahaman digunakan untuk memahami sebuah bahan bacaan termasuk juga cerpen sebagai salah satu jenis karya sastra.
Sedangkan ada beberapa macam teknik dari membaca pemahaman diantaranya adalah teknik mencatat, teknik membaca PQRST, dan teknik menandai buku. Teknik mencatat dilakukan setelah siswa melakukan kegiatan membaca sebuah bacaan dan tidak menonjolkan pada pemahaman sebuah bahan bacaan. Teknik PQRST lebih pada pembuatan pertanyaan yang berkaian dengan bahan bacaan yang telah dibaca dan dalam hal tersebut pemahaman sebuah bacaan sangat dipentingkan. Teknik menandai buku dilakukan dengan menandai hal – hal yang penting dari sebuah buku atau bahan bacaan yang telah dibaca tetapi pemahaman dalam teknik ini juga tidak begitu ditonjolkan.
Dari ketiga teknik membaca pemahaman tersebut, teknik yang sangat sesuai untuk meningkatkan pemahaman siswa SMP kelas VII dalam memahami sebuah cerpen adalah teknik membaca PQRST. Teknik PQRST  sesuai dalam pembelajaran keterampilan membaca dalam memahami cerpen karena dalam teknik PQRST melalui tahap pembuatan pertanyaan yang menanyakan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan bacaan tersebut sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap isi cerpen.

B.    Rumusan Masalah
Dari latar belakang pada halaman sebelumnya dapat dibuat beberapa rumusan masalah, yaitu :
1.      Bagaimana proses penerapan teknik membaca PQRST dalam meningkatkan kemampuan siswa SMP kelas VII memahami sebuah cerpen?
2.      Bagaimana peningkatan kemampuan siswa memahami sebuah cerpen?

 C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui penerapan teknik membaca PQRST dalam meningkatkan kemampuan siswa SMP kelas VII memahami sebuah cerpen?
2.      Untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa memahami sebuah cerpen?

D.    Manfaat
1.      dapat digunakan guru sebagai teknik meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami cerpen
2.      dapat digunakan siswa dalam memahami sebuah karya sastra atau bahan bacaan yang lain.

 
PEMBAHASAN

A.     Teknik Membaca PQRST
            Teknik membaca PQRST adalam teknik membaca pemahaman yang bertujuan untuk memahami beberapa unsur dan isi yang terdapat dalam sebuah bacaan yang dalam hal ini adalah cerpen. Teknik membaca PQRST memiliki beberapa tahapan, yaitu:
1.      Prepare ( P ) artinya peninjauan terhadap bacaa yang akan dibaca.
2.      Question ( Q ) artinya membuat beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan bahan bacaan
3.      Read ( R )  artinya membaca seluruh bagian dari bahan bacaan dan menyesuaikan dengan beberapa pertanyaan yang telah dibuat dalam tahap Question.
4.      Summerize ( rangkuman ) artinya membuat sebuah rangkuman dari bahan bacaan yang telah dibaca.
5.      Test ( T ) artinya memeriksa dan menguji rangkuman dengan bahan bacaan yang bertujuan untuk menyesuaikan rangkuman yang elah dibuat dengan bahan bacaan apakah sudah sesuai atau tidak.

B.     Penerapan Teknik Membaca PQRST dalam Memahami Sebuah Cerpen
Dalam sebuah cerpen terdapat unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur instrinsik dapat berupa tokoh, alur, latar, penokohan dan amanat. Unsur ekstrinsik terdiri atas tema atau topik dan lain sebagainya. Seorang siswa dapat dikatakan memahami sebuah cerpen apabila  siswa tersebut apat menyebutkan unsur – unsur dalam sebuah cerpen yang telah dibaca dan dapat menceritakan kembali isi dari cerpen yang telah dibaca oleh seorang siswa.
Seorang siswa dikatakan dapat memahami bacaan dengan baik apabila siswa tersebut dapat mengerti dari isi bacaan dan setidaknya dapat menceritakan kembali bagian – bagian penting dari bahan bacaan. Dalam memahami sebuah cerpen dengan menggunakan teknik membaca PQRST dapat dilakukan beberapa tahap, yaitu :
1.      Prepare ( P ) dalam tahap ini siswa dapat disuruh untuk membaca sekilas judul dari sebuah cerpen yang akan dibaca dan pengarang dari cerpen tersebut.
2.      Question ( Q ) tahap ini siswa dapat dibuatkan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan unsur – unsur cerpen atau amanat dari cerpen cerpen yang akan dibaca diantaranya dapat menanyakan tentang bagaimana alur dari cerpen atau apa nilai moral yang kita ambil setelah membaca cerpen tersebut dan lain sebagainya.
3.      Read ( R )  dalam tahap read, siswa disuruh untuk membaca seluruh bacaan dari cerpen dengan berpedoman pada beberapa pertanyaan yang telah dibuat sehingga sebelum siswa membaca, siswa sudah dapat mengetahui informasi apa saja yang harus mereka cari dalam ceroen yang akan mereka baca.
4.      Summerize ( rangkuman ) setelah tahap membaca cerpen dilakukan, siswa kemudian membuat sebuah rangkuman yang berkaitan dengan apa yang telah dibaca dan dalam tahap Summerize siswa dapat memberikan beberapa jawaban dari pertanyaan yang diuat tetapi dalam bentk cerita kembali atau sinopsis.
5.      Test ( T ) dalam tahap ini guru sebagai pembimbing pembelajaran keterampilan membaca memeriksa ulang rangkuman dari siswa dan dalam tahap ini dapat dijadikan sebagai sebuah penilaian apaka siswa sudah faham atau tidak.
Dari beberapa tahap tersebut, hal yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam menyatakan apakah kemampuan siswa dalam memahami cerpen sudah meningkat atau belum adalah dalam tahap Test karena apabila rangkuman dan jawaban siswa dari pertanyaan yang telah dibuat sudah sesuai dengan bacaan dapat dikatakan bahwa kemampuan siswa dalam memahami cerpen sudah meningkat.
Begitu juga sebaiknya apabila siswa dalam membuat rangkuman dari cerpen tersebut kurang sesuai maka dapat dikatakan bahawa kemampuan siswa dalam memahami cerpen masih kurang.
Dalam penggunaan teknik membaca pemahaman PQRST  ada tahap yang perlu diutamakan dalam proses berlangsungnya teknik membaca PQRST. Diantaranya tahap Question, Read,  Summerize,  dan Test karena tahap – tahap tersebut akan menentukan pemahaman seorang siswa kurang atau meningkat.
Siswa dapat menggunakana teknik ini untuk memahami berbagai bahan bacaan tidak hanya cerpen. Tetapi biasanya siswa kesulitan dalam memahami sebuah cerpen tentang amanat, latar, alur atau penokohan dalam sebuah cerpen. Sehingga teknik PQRST adalah salah satu teknik membaca pemahaman untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami  sebuah cerpen.

PENUTUP
Dari hasil dari bab pendahuluan dan pembahasan, dapat kita ambil beberapa kesimpulan bahwa :
1.      Dalam meningkatkan pemahaman siswa membaca sebuah cerpen dapat meggunakan teknik membaca PQRT.
2.      Untuk menerapkan teknik membaca PQRST dalam memahami sebuah cerpen dapat disesauiakn dengan dengan tahap – tahap pada teknik membaca PQRST.
3.      Kemampuan siswa dapat dikatakan meningkat bila rangkuman yang dibuat siswa sesuai dengan cerpen yang telah dibaca.


DAFTAR PUSTAKA

Kamidjan. 2004. Keterampilan Membaca. Suabaya : Fakultas Pendidikan
Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya.
Harjasujana, Akhmad Slemet dan Mulyati, Yeti. 1996. Membaca 2. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar